Sejarah Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI)

Share This Story, Choose Your Platform!

SEJARAH ASOSIASI EXPERIENTIAL LEARNING INDONESIA

Dari sekian banyak Provider Outbound mungkin masih ada yang tidak mengetahui tentang apa itu AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia), nah kali ini Cakarlangit Indonesia mengajak teman-teman seperjuangan untuk masuk di AELI, Why?

  1. Menambah wawasan tentang dunia outbound
  2. Menambah rekanan/patner kerja dibidang outbound
  3. Mendapatkan dukungan dari semua pelayan outbound
  4. Masuk di ke anggotaan AELI
  5. Mendapatkan Sertifikasi AELI

Jadi ayo kapan lagi kalau bukan sekarang, Saatnya Bersatu, Berjaya.

Mari bergabung bersama  AELI

Bersatu, Berjaya !

Daftar Keanggotaan

APA ITU AELI ?

Asosiasi Experiential Learning Indonesia ( AELI ) adalah sebuah wadah yang menaungi beberapa lembaga pegiat kegiatan pendidikan alternatif berbasis alam bebas dengan pendekatan utama metode experiential Learning. Asosiasi ini lahir dilatar belakangi keprihatinan dan belum adanya wadah untuk beberapa lembaga yang selama ini dikenal dengan pegiat outbound training.

Atas dasar kepedulian dan kepentingan bersama untuk menyikapi perkembangan dunia “outbound” yang sangat luar biasa di Indonesia dan belum disepakti dengan luas deskripsi dari “outbound” itu sendiri, maka lahirlah organisasi AELI dengan maksud dan tujuan menjadi wadah dan mitra yang berkualitas bagi seluruh lembaga atau perseorangan pengguna metode pelatihan berbasis pengalaman di Indonesia.

SEJARAH AELI

Keberadaan AELI tidak bisa dipisahkan dari masuknya Outward Bound ke Indonesia. Secara resmi Outward Bound Indonesia (OBI) didirikan pada tahun 1990, oleh Djoko Kusunowidagdo, dan segera mendapat respon positif dari masyarakat.

Sebagai lahan bisnis baru, OBI segera diikuti oleh banyak lembaga serupa. Salah satu lembaga sengaja menghilangkan kata “ward” hingga terciptalah salah kaprah istilah Outbound sampai sekarang. Sepanjang dekade 1990an, lembaga/organisasi pendidikan yang menggunakan medium “aktivitas luar ruang” tumbuh dengan cepat. Banyak istilah yang digunakan, antara lain aktivitas luar ruang, adventure, outdoor training dll, yang semuanya kemudian mengadopsi istilah outbound. Selain menggunakan medium luar ruang pendidikan jenis ini juga menggunakan media “game”. Salah satu aktivitas yang kemudian melekat erat dengan istilah outbound adalah flying fox. Hingga flying fox sekarang identik dengan outbound.

Pada awal tahun 2000an, para pelaku pendidikan ini mulai sadar untuk menata diri. Ketika itu sudah ada ide untuk membentuk wadah, bagi aktivitas mereka. Namun upaya ini belum menemukan jalan, karena banyaknya variasi aktivitas, dan metode yang digunakan. Pada akhir 1996, mulailah diupayakan kembali gagasan untuk membentuk wadah. Mulai pula ada kesepakatan, bahwa meskipun banyak cara yang mereka gunakan, namun metodenya tetap sama, yakni experiential education (EE). Namun karena EE yang digagas oleh John Dewey, sudah menjadi nama lembaga internasional (AEE, Association for Experiential Education), maka para penggagas wadah ini pun mengusulkan penggunaan sebutan  Experiential Learning (EL).

Pertemuan informal pertama untuk menggagas pembentukan wadah, diadakan di Tanah Tingal, pada bulan November 2006, dan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya di Pancawati. Pada pertemuan ketiga di Pasir Randu, dibentuklah “Panitia Tujuh” yang terdiri dari:

  • Enda Mulyanto (Pelopor Adventure Camp, PAC)
  • Robby Seahan (OBET Nusantara)
  • Rovino (Ono, Kampoeng Pasir Randu)
  • Kresno Wiyoso (Inong, Tanah Tingal)
  • Yuniga Fernando (Ega, Pancawati Outdoor Training)
  • Soelistyo Winarno (Soel, Praktisi EL)
  • F. Rahardi (Wartawan).

Panitia Tujuh selanjutnya mengadakan persiapan administratif (notaris dll), dan rencana deklarasi. Tanggal 24 Januari 2007 beberapa lembaga penyelenggara outdoor training, sepakat untuk membentuk asosiasi dengan nama “Indonesian Experiential Learning Association” (IELA), atau “Asosiasi Experiential Learning Indonesia” (AELI).

Experiential Learning sendiri kemudian disepakati sebagai istilah untuk mewadahi pengertian “Pembelajaran berbasis pengalaman”. Penggunaan nama Experiential Learning disepakati, setelah melalui diskusi panjang yang cukup alot, sebab ada pula gagasan agar menggunakan nama “Outbound”. Namun akhirnya nama Experiential Learning dipilih, karena semua lembaga penyelenggara outdoor training sebenarnya menerapkan metodologi pembelajaran ini. Dengan memilih nama Experiential Learning, anggota asosiasi menjadi tidak hanya terbatas pada lembaga penyelenggara outdoor training, melainkan juga para lembaga pendidikan formal (sekolah, perguruan tinggi), para pengajar (guru, dosen), maupun lembaga-lembaga pendidikan non formal di luar outdoor training. Asosiasi ini bahkan juga terbuka bagi siapa saja yang berminat terhadap metode pembelajaran berbasis pengalaman.

Setelah secara administratif AELI didaftarkan ke notaries pada 24 April 2007 ( Akte Pendirian No 7 tgl 24 April 2007, Notaris HARYANTI SUSANTO TANUBRATA, SH, MKn. Jakarta Selatan ), kemudian pada tanggal 9 Juni 2007 dikuatkan dengan deklarasi pembentukannya di Tanah Tingal, Jombang, Ciputat, Tengerang Selatan, Banten. Deklarasi ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Festival Outbound Nasional I (FON I). Acara FON I sendiri sudah berlangsung sejak tanggal 8 Juni, dengan berbagai aktivitas, mulai dari pelatihan, seminar, dan pameran. Setelah dideklarasikan, para deklarator melanjutkan acara dengan mengadakan Musyawarah Nasional I (Munas I), untuk membentuk kepengurusan, memilih Ketua, dan merancang program kerja, termasuk menentukan tempat sekretariat.

Dalam Munas itu  terpilih

Ketua Umum : Enda Mulyanto
Sekretaris Jenderal : Kresno Wiyoso
Bendahara : Robby Seahan

Pada periode pertama ini berhasil diselenggarakan beberapa kali lokakarya dan seminar tentang dunia EL dan untuk pengembangan anggota telah diadakan TOT  sebanyak 3 (tiga)  angkatan dan pendirian 1 (satu) DPD yaitu Jawa Tengah.

AELI terus berkembang dan periode selanjutnya, kepengurusan AELI Pusat periode 2010 sd 2013 adalah sebagai berikut

Ketua Umum : ROBBY SEAHAN
Sekretaris Jenderal : YUNIGA FERNANDO
Bendahara Umu : ROBERT KUSWANDONO

Pada periode kedua ini telah berhasil menyelesaikan SKKNI (Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk bidang Fasilitator EL dan mendirikan 3 (tiga) DPD yaitu Bali, Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Mari bergabung bersama  AELI

Bersatu, Berjaya !

Daftar Keanggotaan
Share This Story, Choose Your Platform!
2017-07-01T03:19:01+00:00

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.