Bumi Cikeas Tempat Outbound Training sekitar Sentul dekat dengan Jati Padang

Bumi Cikeas Tempat Outbound Training sekitar Sentul dekat dengan Jati Padang

Outbound Traning itu apa sih..?

Tentu kita pernah mendengar kata “ Outbound Training “ melainkan tidak banyak diantara kita yang tahu apa itu outbound training. Secara mudah outbound training dapat diartikan sebagai salah satu metode training yang memakai alam sebagai jalan pembelajarannya.

Apa yang disebut sebagai outbound training oleh mereka yang menggunakan alam terbuka sebagai media belajar, sebenarnya lebih cermat jika disebut pelatihan berbasis kegiatan di alam bebas (outdoor-based training) bersama mengedepankan pendekatan belajar dari pengetahuan (experiential learning).

|

Manfaat Outbond Training

  • Membuka pikiran
  • Belajar dari pengetahuan
  • Transfer sikap mental, ilmu, praktek dan kemampuan
  • Dilakukan di alam bebas
  • meningkatkan ketahanan fisik dan mental
  • Sarana bagi meng eksplorasi diri
  • pengembangan diri(kelompok kerja dan pimpinan)
  • Sarana bagi Introspeksi dan kontemplasi diri
  • Proses pengenalan diri
  • Mengasah kecerdasan IES dan menyelaraskan keseimbangan IES(Intelektual, emosi dan spiritual)
  • perubahan karakter
  • Mengenal Tuhan dan Ciptaannya bersama
  • membentuk ketakwaan dan keimanan
  • Saran penyegaran emosi
  • Terapi trauma
  • Tanggung jawab sosial
  • Penyelesaian masalah individu dan perusahaan
  • Keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga
  • Menjadi sukses dan bahagia.

Bumi Cikeas Tempat Outbound Training sekitar Sentul dekat dengan Jati Padang

Penyusunan Kebutuhan training Outbound Training

Untuk menyusun kegiatan (exercise) yang akan Merangsang pengetahuan baru yang diharapkan, seorang penyusun teknik pelatihan/provider outbound training harus memahami lebih dahulu kebutuhan training outbound training yang diinginkan oleh clien. bagi menyusun sistem pelatihan, sebuah provider outbound harus melakukan penelitian dulu tentang kebutuhan pelatihan. Sumber informasi kebutuhan training ini dapat dilakukan pada tiga tingkat, yaitu : tingkat organisasi, tingkat pekerjaan, dan tingkat individu anggota (bernardine & russel, 1998)

Penyusunan kebutuhan pelatihan outbound pada tingkat organisasi dilakukan melalui analisis kebutuhan organisasi. Sebagai contoh, sebuah organisasi/ industri harus dirubah bentuknya dari yang sangat fungsional dan batas antar fungsi (cross functional organization). Selain itu harus pula dilihat budaya organisasi/kerja seperti apa yang harus dibangun. bagi organisasi lintas fungsi seperti ini pula penyusunan kegiatan kerja akan berubah dan menuntut kerja kelompok . Jika hal itu kita lakukan maka kita telah melakukan analisis pada tingkat pekerjaan. Selanjutnya karyawan harus memiliki perilaku baru, yaitu saling percaya dan melihat orang lain sebagai bagian dari sukses dirinya sendiri dan team nya. Informasi yang seperti ini bisa kita peroleh bersama melakukan analisis tingkat karyawan.

Sebuah provider outbound training dalam menyusun kebutuhan pelatihan outbound harus memiliki wawasan yang cukup tentang prinsip manajemen modern, organisasi modern, budaya organisasi, kepemimpinan dan dinamika kelompok . Selain itu sebuah lembaga provider outbound training harus memiliki pandangan dan pemahaman tentang aktivitas /permainan/games yang akan digunakan dalam pelatihan. Provider outbound harus tahu jenis permainan tersebut akan mensimulasi perilaku apa saja dalam manajemen.

Bumi Cikeas Tempat Outbound Training sekitar Sentul dekat dengan Jati Padang

Penyusunan Urutan aktivitas Outbound

Kesuksesan sebuah aktivitas pelatihan outbound training di alam bebas sangat tergantung pada urutan penyajian kegiatan nya. Urutan penyajian aktivitas ini sangat terkait bersama kesiapan fisik dan suasana emosi peserta dan keterangsangan emosi anggota pelatihan outbound. Bila urutan aktivitas outbound tidak berhasil membuat suasana gembira yang terus meningkat, maka training akan sangat membosankan dan tidak menarik. Selain itu penyusunan aktivitas outbound harus pula mampu Menanamkan perasaan memperoleh tantangan yang semakin meningkat. Kalau aktivitas training outbound dimulai bersama aktivitas (exercise) yang sangat menantang dan penuh kegembiraan, kemudian pada kegiatan berikutnya kualitas tantangan dan kegembiraan menurun, maka training outboundnya kurang sukses.
Berikut contoh urutan aktivitas outbound (pelatihan alam bebas ) yang baik.

  • Do`a bersama (memohon keselamatan kepada pencipta alam semesta)
  • Stretching/peregangan otot-otot, dimulai dengan lari-lari kecil, senam ringan dan pendinginan/cooling down. aktivitas olahraga ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar otot menjadi lentur , dan tidak terjadi kejang otot ataupun cedera.
  • Ice-breaking/permainan pemecah kebekuan. aktivitas pemecah kebekuan dalam aktivitas outbound tujuannya bagi melakukan penghangatan (warming up) para anggota agar terbentuk rasa persahabatan dan terbentuk suasana yang menyenangkan (rapport)
  • team building/ menciptakan kelompok . Setelah pemecah kebekuan dilakukan barulah dilakukan games-games outbound yang berupa regu building
  • Perenungan/refleksi, dilakukan untuk memproses pengetahuan dari aktivitas yang telah dilakukan
  • Penutupan.

Dari sudut pandang filosofis training outbound, pada dasarnya ada dua pendekatan didalam penyusunan urutan aktivitas outbound. Pendekatan pertama berasumsi bahwa pembentukan (team building) harus bermula dari peningkatan diri (personal development). Oleh karena itu urutan kegiatan outbound harus dimulai bersama kegiatan pembentukan diri melalui aktivitas tantangan individual (personal challenge). aktivitas pengembangan diri antara lain adalah permainan di arena tali (high rope), atau panjat dinding (wall climbing).
Tujuan aktivitas ini adalah bagi Mendorong rasa percaya diri dan perasaan mampu (self-efficacy). bersama tumbuhnya sikap positif dalam diri seseorang akan memudahkan orang berinteraksi bersama orang lain dalam sebuah team . Asumsi lain dari pendekatan ini adalah untuk membentuk regu yang kokoh dan berkinerja tinggi haruslah dimulai bersama memiliki anggota grup yang secara individual cukup tangguh.

Pendekatan kedua berasumsi bahwa perubahan kelompok outbound harus didahulukan urutannya, baru kemudian diikuti oleh aktivitas peningkatan diri. Alasannya lebih pada kepentingan untuk menyusun rangsangan emosi, mulai dari aktivitas yang menyenangkan, tidak banyak tantangan, yang kemudian secara gradual ditingkatkan tantangannya dengan kegiatan pengembangan diri yang lebih menuntut keberanian. Pengikut aliran kedua ini berasumsi bahwa aktivitas tantangan personal (personal challenge) seperti high rope/airsofgun/rafting/paralayang/wall climbing bila berhasil dilakukan akan menimbulkan perasaan kemenangan (sense of glory) melawan ketakutan yang ada di dalam diri. Perasaan ini akan sangat berkesan bagi peserta dan biasanya apabila partisipan outbound kembali ketempat kerja, pengalaman /kenangan berhasil meraih kesuksesan ini berkesan sangat mendalam.

2019-01-16T23:38:52+00:00

Leave A Comment

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.

This Is A Custom Widget

This Sliding Bar can be switched on or off in theme options, and can take any widget you throw at it or even fill it with your custom HTML Code. Its perfect for grabbing the attention of your viewers. Choose between 1, 2, 3 or 4 columns, set the background color, widget divider color, activate transparency, a top border or fully disable it on desktop and mobile.