Lebih jauh Wien memaparkan bahwa kegiatan EL itu tak terbatas belajar di alam terbuka . ”Cakupannya bisa dari bercocok tanam sampai ke conflict resolution. Dari assessment (psikologis) sampai ke perubahan remaja. Dari skill training sampai ke model-model teori.” Malahan sebagian besar orang menyebut bahwa semua jenis pendidikan adalah EL.
Yah… memang dengan banyak bermunculannya pendapat dari banyak orang mengenai apa itu sebenarnya Outbound Training. Agar tidak terjadi kesimpang siuran mengenai informasi ini ,maka ada baiknya disimak apa itu pengertian Outbound Training dari seorang pakar Psikologi yang lebih sering dikenal sebagai “Professor” Outboundnya Indonesia yaitu Prof. Dr. Djamaludin Ancok menurut beliau outbound training adalah salah satu bentuk kegiatan yang paling efektif untuk membangun motivasi dan kreativitas adalah perubahan kerja sama kelompok yang dilakukan melalui outbond training di alam bebas .

|

Manfaat Outbond Training

  • Membuka pikiran
  • Belajar dari pengetahuan
  • Transfer sikap mental, ilmu, praktek dan kemampuan
  • Dilakukan di alam bebas
  • membentuk ketahanan fisik dan mental
  • Sarana untuk meng eksplorasi diri
  • peningkatan diri(team kerja dan pimpinan)
  • Sarana bagi Introspeksi dan kontemplasi diri
  • Proses pengenalan diri
  • Mengasah kecerdasan IES dan menyelaraskan keseimbangan IES(Intelektual, emosi dan spiritual)
  • pembentukan karakter
  • Mengenal Tuhan dan Ciptaannya dengan
  • menciptakan ketakwaan dan keimanan
  • Saran penyegaran emosi
  • Terapi trauma
  • Tanggung jawab sosial
  • Penyelesaian masalah individu dan perusahaan
  • Keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga
  • Menjadi sukses dan bahagia.

Lokasi Outbound Teambuilding di Sentul sangat cocok Saung Dolken

Dari Outbound ini secara individu dituntut lebih berani/bernyali, banyak ide, kreatif, pro-aktif, bisa toleransi dan kerjasama untuk satu tujuan. untuk yang menyukai tantangan ini akan sangat menarik dilakukan. Walau bentuk outbound-nya bisa berbeda dengan cara ini.

Misalnya Outbound ala militer. Dari awal sebuah grup harus bisa menjadi Pemenang/juara di antara grup-grup lain. Setiap anggota team harus melewati rintangan-rintangan, mempunyai kondisi fisik yang baik, keberanian/nyali, aktif dan kreatifitas agar team tersebut menjadi kuat dalam mencapai tujuan.
Dalam persaingannya di antara grup-grup lain akan diadu. harus mempunyai strategi, taktik dan kerja sama sampai pada akhirnya memenangi sebuat pertempuran di medan perang/persaingan. Taman wisata, salah satunya taman wisata matahari bisa menjadi tempat nyaman bagi anda bagi melakukan aktivitas outbound

Tidak hanya di dalam ruang kelas namun di luar sekolah pun perubahan anak bisa didapat. Seperti pada halnya aktivitas outbound yaitu aktivitas yang dilakukan di alam terbuka yang melatih anak agar mandiri, bersosialisasi, keterampilan serta kepemimpinan.

Pelatihan Outbound ini merupakan penyegaran jiwa bagi para kandidat setelah sekian waktu bergelut dengan tugas-tugas rutinitas setiap hari. peserta Out Bound Training akan mengalami refreshing 3 in 1, yaitu refreshing yang disertai bersama :
* Berbagai games yang kreatif dan menyenangkan,
* Point plus melalui debrief Value dari setiap games,
* Motivasi dan kesatuan sebagai team.

Lokasi Outbound Teambuilding di Sentul sangat cocok Saung Dolken

Kebersamaan dalam desain training Out Bound ini akan memberi motivasi dan keharmonisan hubungan bagi setiap peserta, sehingga partisipan akan kembali ke pekerjaan dengan suasana baru yang lebih antusias dan produktif.

Outbound Training team building ini akan mens regu ulasi setiap peserta dalam memiliki motivasi tinggi bagi membentuk sebuah team. partisipan Outbound Training akan mendapat pemahaman macam mana proses dan respon yang harus diambil dalam mewujudkan ‘The Dream Team’. Melalui Out Bound Training grup building ini partisipan akan menyadari betapa dahsyat dan luar biasa kekuatan sebuah grup yang solid dan antusias! Mereka akan memahami bahwa perbedaan yang menjadi potensi untuk munculnya suatu konflik, ternyata dapat dikelola dan diubah menjadi suatu sinergi aset kekayaan team .

Pengertian Outbound dan Outing
Pada umumnya setiap orang menganggap bahwa permainan/ kegiatan dengan tujuan penyegaran yang lakukan diluar ruangan itu disebut outbound, sebenarnya itu beda antara Outbound dan outing. lebih jelasnya kita bahas satu persatu dahulu.

Outbound

Pengertian outbound sebenarnya merupakan setiap permainan/ aktivitas yang dapat memberi perkembangan karakter menjadi lebih baik/positif. misalnya bagi meningkatkan kualitas kerja karyawan, pabrik atau instansi melaksanakan outbound untuk karyawanya bersama tujuan bagi menciptakan daya kreatifitas, jiwa kepemimpinan, kerjasama regu , ketelitian, kedisiplinan dan lain-lain. Sekarang banyak penyedia layanan/operator outbound

Pada pelaksanaan outbound games harus ada nilai utama (main set) yang harus dicapai misalnya karyawan pabrik tidak tetip waktu , maka goalnya outbound ini pada Kedisiplinan dan nilai yang lainya sebagai nilai pendukung dan harus relevan (saling berkaitan).

Outing

Pengertian outing hampir sama bersama outbound games, namun pada intinya adalah untuk penyegaran atau refreshing, tanpa ada maksud untuk merubah karakter. 100% rekreasi.

Pelaksanaan

Pelaksanaan outbound game dan outing itu sama apaun jenis permainanya macam manapun cara melakukanya, hanya yang membedakan adalah pada setting utama (main set)-nya. Lokasi outbound biasanya disetting semaksimal mungkin sesuai bersama tujuan aktivitas .

Jenis permainan

Permainan dalam Outbound game atau outing di untuk dalam beberapa jenis, antara lain:

  • Game strategy
  • Game brain
  • Fun game
  • Ice breaking

Lokasi Outbound Teambuilding di Sentul sangat cocok Saung Dolken

Penyusunan Kebutuhan pelatihan Outbound Training

Untuk menyusun kegiatan (exercise) yang akan Meningkatkan pengetahuan baru yang diharapkan, seorang penyusun proses pelatihan/provider outbound training harus memahami lebih dahulu kebutuhan pelatihan outbound training yang diinginkan oleh clien. untuk menyusun sistem pelatihan, sebuah provider outbound harus melakukan penelitian dulu tentang kebutuhan pelatihan. Sumber informasi kebutuhan training ini dapat dilakukan pada tiga tingkat, yaitu : tingkat organisasi, tingkat pekerjaan, dan tingkat individu peserta (bernardine & russel, 1998)

Penyusunan kebutuhan pelatihan outbound pada tingkat organisasi dilakukan melalui analisis kebutuhan organisasi. Sebagai contoh, sebuah organisasi/ perusahaan harus dirubah bentuknya dari yang sangat fungsional dan batas antar fungsi (cross functional organization). Selain itu harus pula dilihat budaya organisasi/kerja seperti apa yang harus dibangun. bagi organisasi lintas fungsi seperti ini pula penyusunan kegiatan kerja akan berubah dan menuntut kerja kelompok . Jika hal itu kita lakukan maka kita telah melakukan analisis pada tingkat pekerjaan. Selanjutnya karyawan harus memiliki perilaku baru, yaitu saling percaya dan melihat orang lain sebagai bagian dari sukses dirinya sendiri dan team nya. Informasi yang seperti ini bisa kita peroleh dengan melakukan analisis tingkat karyawan.

Sebuah provider outbound training dalam menyusun kebutuhan training outbound harus memiliki pandangan yang cukup tentang prinsip manajemen modern, organisasi modern, budaya organisasi, kepemimpinan dan dinamika team . Selain itu sebuah lembaga provider outbound training harus memiliki pemahaman dan pemahaman tentang aktivitas /permainan/games yang akan digunakan dalam pelatihan. Provider outbound harus tahu jenis permainan tersebut akan mensimulasi perilaku apa saja dalam manajemen.

Pendekatan kedua berasumsi bahwa perubahan regu outbound harus didahulukan urutannya, baru kemudian diikuti oleh kegiatan pengembangan diri. Alasannya lebih pada kepentingan untuk menyusun rangsangan emosi, mulai dari aktivitas yang menyenangkan, tidak banyak tantangan, yang kemudian secara gradual ditingkatkan tantangannya bersama aktivitas pengembangan diri yang lebih menuntut keberanian. Pengikut aliran kedua ini berasumsi bahwa aktivitas tantangan personal (personal challenge) seperti high rope/airsofgun/rafting/paralayang/wall climbing bila berhasil dilakukan akan menimbulkan perasaan kemenangan (sense of glory) melawan ketakutan yang ada di dalam diri. Perasaan ini akan sangat berkesan untuk partisipan dan biasanya apabila anggota outbound kembali ketempat kerja, pengetahuan /kenangan berhasil meraih kesuksesan ini berkesan sangat mendalam.