Paket Outbound Perusahaan Terbaik di Sentul Esamada Hills

Paket Outbound Perusahaan Terbaik di Sentul Esamada Hills

Outbound Traning itu apa sih..?

Tentu kita pernah mendengar kata “ Outbound Training “ tetapi tidak banyak diantara kita yang tahu apa itu outbound training. Secara mudah outbound training dapat diartikan sebagai salah satu sistem pelatihan yang memakai alam sebagai jalan pembelajarannya.

Apa yang disebut sebagai outbound training oleh mereka yang memakai alam terbuka sebagai jalan belajar, sebenarnya lebih tepat jika disebut pelatihan berbasis aktivitas di alam terbuka (outdoor-based training) dengan mengedepankan pendekatan belajar dari pengetahuan (experiential learning).

Uraian yang disampaikan Wien tadi disetujui oleh Handriatno Waseso dari RAKATA—salah satu freelance training di alam bebas . Katanya, dalam literatur belajar dari pengalaman tak pernah dikenal istilah outbound training. ”Yang ada itu, outdoor based training. Mungkin salah penilaian ini karena fasilitator pertama yang memasarkan pelatihan model ini di Indonesia merupakan Outward Bound Indonesia (OBI). Karena keseringan disebut akhirnya keluar istilah outbound training,” tutur Handriatno mencoba meraba awal mula salah kaprah tadi.

Lebih jauh Wien memaparkan bahwa kegiatan EL itu tak terbatas belajar di alam bebas . ”Cakupannya bisa dari bercocok tanam sampai ke conflict resolution. Dari assessment (psikologis) sampai ke perubahan remaja. Dari skill training sampai ke model-model teori.” Malahan sebagian besar orang menyebut bahwa semua jenis pendidikan adalah EL.
Yah… memang bersama banyak bermunculannya pendapat dari banyak orang mengenai apa itu sebenarnya Outbound Training. Agar tidak terjadi kesimpang siuran mengenai informasi ini ,maka ada baiknya disimak apa itu pengertian Outbound Training dari seorang pakar Psikologi yang lebih sering dikenal sebagai “Professor” Outboundnya Indonesia yaitu Prof. Dr. Djamaludin Ancok menurut beliau outbound training merupakan salah satu bentuk aktivitas yang paling efektif untuk menciptakan motivasi dan kreativitas adalah pembentukan kerja sama team yang dilakukan melalui outbond training di alam terbuka .

Namun terlepas dari semua perbedaan pola pikir kita mengenai desain pelatihan ini, kita sepenuhnya sadar sedikit banyak proses Outbound training telah merubah banyak karakter anak bangsa ini. Semua kembali ke kita masing2 akan mengartikan apa Outbound training ini, yang penting porses menambah karakter anak bangsa ini bersama desain Outbound training jangan sampai berhenti, SEMANGAT PAGI…!
|

Manfaat Outbond Training

  • Membuka pikiran
  • Belajar dari pengetahuan
  • Transfer sikap mental, ilmu, praktek dan kemampuan
  • Dilakukan di alam bebas
  • meninggikan ketahanan fisik dan mental
  • Sarana untuk meng eksplorasi diri
  • peningkatan diri(team kerja dan pimpinan)
  • Sarana untuk Introspeksi dan kontemplasi diri
  • Proses pengenalan diri
  • Mengasah kecerdasan IES dan menyelaraskan keseimbangan IES(Intelektual, emosi dan spiritual)
  • perubahan karakter
  • Mengenal Tuhan dan Ciptaannya bersama
  • menciptakan ketakwaan dan keimanan
  • Saran penyegaran emosi
  • Terapi trauma
  • Tanggung jawab sosial
  • Penyelesaian masalah individu dan industri
  • Keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga
  • Menjadi sukses dan bahagia.

Paket Outbound Perusahaan Terbaik di Sentul Esamada Hills

Penyusunan Kebutuhan pelatihan Outbound Training

Untuk menyusun kegiatan (exercise) yang akan Merangsang pengalaman baru yang diharapkan, seorang penyusun sistem pelatihan/provider outbound training harus memahami lebih dahulu kebutuhan pelatihan outbound training yang diinginkan oleh clien. bagi menyusun teknik pelatihan, sebuah provider outbound harus melakukan penelitian dulu tentang kebutuhan pelatihan. Sumber informasi kebutuhan pelatihan ini dapat dilakukan pada tiga tingkat, yaitu : tingkat organisasi, tingkat pekerjaan, dan tingkat individu partisipan (bernardine & russel, 1998)

Penyusunan kebutuhan pelatihan outbound pada tingkat organisasi dilakukan melalui analisis kebutuhan organisasi. Sebagai contoh, sebuah organisasi/ industri harus dirubah bentuknya dari yang sangat fungsional dan batas antar fungsi (cross functional organization). Selain itu harus pula dilihat budaya organisasi/kerja seperti apa yang harus dibangun. untuk organisasi lintas fungsi seperti ini pula penyusunan kegiatan kerja akan berubah dan menuntut kerja regu . Jika hal itu kita lakukan maka kita telah melakukan analisis pada tingkat pekerjaan. Selanjutnya karyawan harus memiliki perilaku baru, yaitu saling percaya dan melihat orang lain sebagai bagian dari sukses dirinya sendiri dan team nya. Informasi yang seperti ini bisa kita peroleh bersama melakukan analisis tingkat karyawan.

Sebuah provider outbound training dalam menyusun kebutuhan pelatihan outbound harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang prinsip manajemen modern, organisasi modern, budaya organisasi, kepemimpinan dan dinamika grup . Selain itu sebuah lembaga provider outbound training harus memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kegiatan /permainan/games yang akan digunakan dalam pelatihan. Provider outbound harus tahu jenis permainan tersebut akan mensimulasi perilaku apa saja dalam manajemen.

Paket Outbound Perusahaan Terbaik di Sentul Esamada Hills

Penyusunan Urutan kegiatan Outbound

Kesuksesan sebuah aktivitas pelatihan outbound training di alam bebas sangat tergantung pada urutan penyajian aktivitas nya. Urutan penyajian kegiatan ini sangat terkait dengan kesiapan fisik dan suasana emosi kandidat dan keterangsangan emosi kandidat pelatihan outbound. Bila urutan aktivitas outbound tidak berhasil membuat suasana gembira yang terus meningkat, maka training akan sangat membosankan dan tidak menarik. Selain itu penyusunan kegiatan outbound harus pula mampu Menanamkan perasaan memperoleh tantangan yang semakin meningkat. Kalau aktivitas pelatihan outbound dimulai dengan kegiatan (exercise) yang sangat menantang dan penuh kegembiraan, kemudian pada aktivitas berikutnya kualitas tantangan dan kegembiraan menurun, maka pelatihan outboundnya kurang sukses.
Berikut contoh urutan aktivitas outbound (pelatihan alam terbuka ) yang baik.

  • Do`a bersama (memohon keselamatan kepada pencipta alam semesta)
  • Stretching/peregangan otot-otot, dimulai dengan lari-lari kecil, senam ringan dan pendinginan/cooling down. kegiatan olahraga ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar otot menjadi lentur , dan tidak terjadi kejang otot ataupun cedera.
  • Ice-breaking/permainan pemecah kebekuan. kegiatan pemecah kebekuan dalam aktivitas outbound tujuannya untuk melakukan penghangatan (warming up) para anggota agar terbentuk rasa persahabatan dan terbentuk suasana yang menyenangkan (rapport)
  • regu building/ membuat team . Setelah pemecah kebekuan dilakukan barulah dilakukan games-games outbound yang berupa regu building
  • Perenungan/refleksi, dilakukan bagi memproses pengetahuan dari aktivitas yang telah dilakukan
  • Penutupan.

Dari sudut pandang filosofis training outbound, pada dasarnya ada dua pendekatan didalam penyusunan urutan aktivitas outbound. Pendekatan pertama berasumsi bahwa pembentukan (team building) harus bermula dari pengembangan diri (personal development). Oleh karena itu urutan kegiatan outbound harus dimulai dengan kegiatan pembentukan diri melalui aktivitas tantangan individual (personal challenge). kegiatan peningkatan diri antara lain adalah permainan di arena tali (high rope), atau panjat dinding (wall climbing).
Tujuan aktivitas ini adalah bagi Membina rasa percaya diri dan perasaan mampu (self-efficacy). bersama tumbuhnya sikap positif dalam diri seseorang akan memudahkan orang berinteraksi dengan orang lain dalam sebuah regu . Asumsi lain dari pendekatan ini merupakan untuk menciptakan team yang kokoh dan berkinerja tinggi haruslah dimulai dengan memiliki anggota regu yang secara individual cukup tangguh.

Pendekatan kedua berasumsi bahwa perubahan regu outbound harus didahulukan urutannya, baru kemudian diikuti oleh kegiatan pengembangan diri. Alasannya lebih pada kepentingan bagi menyusun rangsangan emosi, mulai dari aktivitas yang menyenangkan, tidak banyak tantangan, yang kemudian secara gradual ditingkatkan tantangannya dengan aktivitas pengembangan diri yang lebih menuntut keberanian. Pengikut aliran kedua ini berasumsi bahwa aktivitas tantangan personal (personal challenge) seperti high rope/airsofgun/rafting/paralayang/wall climbing bila berhasil dilakukan akan menimbulkan perasaan kemenangan (sense of glory) melawan ketakutan yang ada di dalam diri. Perasaan ini akan sangat berkesan untuk peserta dan biasanya apabila anggota outbound kembali ketempat kerja, pengalaman /kenangan berhasil meraih kesuksesan ini berkesan sangat mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *