Santibi’s Villa Kota Bunga Melati F Area Outbound Caracter Building daerah Puncak

Santibi’s Villa Kota Bunga Melati F Area Outbound Caracter Building daerah Puncak

Merancang Sebuah Outbound Training
Akhir minggu lalu saya mengikuti aktivitas outbound yang berlokasi di hutan pinus di luar kota Jakarta. partisipan kegiatan berasal dari berbagai profesi, seperti petugas kebersihan, keamanan, guru, karyawan administrasi, perawat, bendahara, dan teknisi, bersama beragam latar belakang pendidikan, seperti SD, SMP, SMA, D3, sarjana, dan pasca sarjana.

kegiatan outbound dilakukan bersama mengelompokan anggota ke dalam beberapa regu. Tiap regu saling berkompetisi dalam berbagai permainan untuk menjadi yang terbaik. Secara keseluruhan, seluruh kandidat senang dengan outbound yang dijalankan, baik bagi peserta yang berhasil menjadi yang terbaik maupun yang belum berhasil.

Santibi’s Villa Kota Bunga Melati F Area Outbound Caracter Building daerah Puncak

Apa kunci utama sehingga sebuah outbound dikatakan berhasil? Saya memiliki pengalaman mengikuti sebuah outbound yang dianggap gagal. Pada saat itu kegiatan dianggap tidak memiliki kualitas yang baik. Rekan saya di institusi lain pernah mengikuti kegiatan outbound yang tidak sukses karena kegiatan tidak sesuai dengan kebutuhan. Ibarat orang makan, tidak nendang sama sekali. Banyak outbound yang sukses tapi ada juga yang tidak. Sayang sekali apabila gagal karena biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Bagi penyelenggara, kepercayaan klienpun akan menurun. Seperti apakah outbound yang dianggap berhasil? Apakah yang harus diperhatikan oleh penyelenggara outbound?

Tahap dalam Perancangan Outbound Training
Pertama. Pihak penyelenggara outbound jawa reguur melakukan analisis kebutuhan di awal, sebelum aktivitas, bagi menentukan kebutuhan utama institusi. Setiap institusi memiliki kebutuhan yang unik, berbeda satu dengan lainnya. Analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan wawancara terhadap pimpinan institusi dan perwakilan anggota dari institusi itu. Hasil wawancara menjadi data kualitatif yang memperlihatkan kebutuhan institusi dan keinginan peserta.

Kedua. Pihak penyelenggara menyusun profil partisipan bersama menyebarkan kuesioner mencakup info anggota seperti latar belakang pendidikan atau jenis pekerjaan.

Ketiga. Pihak penyelenggara memakai hasil wawancara terhadap pimpinan institusi sebagai dasar penyusunan aktivitas (permainan) utama dalam outbound. Misalnya, berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa kebutuhan utama institusi dalam kegiatan outbound merupakan memantapkan kerjasama dan kekompakan regu, maka permainan utama berfokus pada kerjasama dan kekompakan kelompok.

Santibi’s Villa Kota Bunga Melati F Area Outbound Caracter Building daerah Puncak

Keempat. Hasil wawancara terhadap partisipan menjadi aktivitas sampingan yaitu kegiatan yang dilakukan di awal, disela-sela kegiatan, atau di akhir aktivitas. kegiatan berfokus pada kemampuan masing-masing peserta, seperti menggambar, berhitung, dan menghafal, dalam bentuk aktivitas, seperti tanya jawab, kuiz, dan lainnya. aktivitas itu akan menambah motivasi peserta.

aktivitas utama memiliki durasi waktu yang panjang, sedangkan aktivitas sampingan sedikit. aktivitas utama sebaiknya adalahaktivitas yang serius dan membutuhkan kekuatan fisik karena menggambarkan kepentingan bersama. aktivitas sampingan menggambarkankegiatan santai yang penuh canda tawa untuk menjadikan setiap anggota rileks dan senang, setelah melakukan kegiatan berat. kegiatan sampingan membutuhkan fasilitator/instruktur yang pandai bercerita, bercakap, dan berinteraksi.

Kelima. Di akhir kegiatan, pihak penyelenggara menyebarkan kuesioner kepada tiap peserta. Isi pertanyaan dalam kuesioner mengenai kualitas kegiatan, sehingga penyelenggara akan mendapatkan umpan balik. Kuesioner bersifat tertutup apabila hanya ada sedikit waktu untuk mengerjakannya. Apabila ada cukup banyak waktu dapat memanfaatkan kuesioner terbuka.

Keenam. Apabila dimungkinkan, penyelenggara mengadakan evaluasi bagi melihat efek/hasil dari outbound yang telah dilakukan. Hal itu untuk memberikan garansi. Garansi dapat menggambarkan rangkaian outbound selanjutnya.

Santibi’s Villa Kota Bunga Melati F Area Outbound Caracter Building daerah Puncak

Apa yang dijabarkan di atas menggambarkan salah satu cara merancang sebuah outbound yang berkualitas sesuai kebutuhan, paling tidak pihak penyelenggara siap bersama berbagai kebutuhan institusi dan keinginan partisipan sebelum kegiatan dimulai. Jangan sampai blank diawal dan kacau di akhir. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *