SG01 – Puncak 3 Tempat Outbound Corporate di Puncak

SG01 – Puncak 3 Tempat Outbound Corporate di Puncak

Merancang Sebuah Outbound Training
Akhir minggu lalu saya mengikuti aktivitas outbound yang berlokasi di hutan pinus di luar kota Jakarta. partisipan kegiatan berasal dari berbagai profesi, seperti petugas kebersihan, keamanan, guru, karyawan administrasi, perawat, bendahara, dan teknisi, dengan beragam latar belakang pendidikan, seperti SD, SMP, SMA, D3, sarjana, dan pasca sarjana.

aktivitas outbound dilakukan bersama mengelompokan anggota ke dalam beberapa grup. Tiap grup saling berkompetisi dalam berbagai permainan untuk menjadi yang terbaik. Secara keseluruhan, seluruh partisipan senang bersama outbound yang dijalankan, baik bagi partisipan yang berhasil menjadi yang terbaik maupun yang belum berhasil.

SG01 – Puncak 3 Tempat Outbound Corporate di Puncak

Apa kunci utama sehingga sebuah outbound dikatakan berhasil? Saya memiliki pengetahuan mengikuti sebuah outbound yang dianggap gagal. Pada saat itu aktivitas dianggap tidak memiliki kualitas yang baik. Rekan saya di institusi lain pernah mengikuti kegiatan outbound yang tidak sukses karena aktivitas tidak sesuai dengan kebutuhan. Ibarat orang makan, tidak nendang sama sekali. Banyak outbound yang sukses tetapi ada juga yang tidak. Sayang sekali apabila gagal karena biaya yang dikeluarkan cukup mahal. Bagi penyelenggara, kepercayaan klienpun akan menurun. Seperti apakah outbound yang dianggap berhasil? Apakah yang harus diperhatikan oleh penyelenggara outbound?

Tahap dalam Perancangan Outbound Training
Pertama. Pihak penyelenggara outbound jawa grupur melakukan analisis kebutuhan di awal, sebelum aktivitas, bagi menentukan kebutuhan utama institusi. Setiap institusi memiliki kebutuhan yang unik, berbeda satu dengan lainnya. Analisis kebutuhan dapat dilakukan bersama wawancara terhadap pimpinan institusi dan perwakilan partisipan dari institusi itu. Hasil wawancara menjadi data kualitatif yang memperlihatkan kebutuhan institusi dan keinginan peserta.

Kedua. Pihak penyelenggara menyusun profil kandidat bersama menyebarkan kuesioner mencakup info peserta seperti latar belakang pendidikan atau jenis pekerjaan.

Ketiga. Pihak penyelenggara memanfaatkan hasil wawancara terhadap pimpinan institusi sebagai dasar penyusunan kegiatan (permainan) utama dalam outbound. Misalnya, berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa kebutuhan utama institusi dalam aktivitas outbound adalah memantapkan kerjasama dan kekompakan grup, maka permainan utama berfokus pada kerjasama dan kekompakan team.

SG01 – Puncak 3 Tempat Outbound Corporate di Puncak

Keempat. Hasil wawancara terhadap peserta menjadi kegiatan sampingan yaitu aktivitas yang dilakukan di awal, disela-sela aktivitas, atau di akhir aktivitas. aktivitas berfokus pada kemampuan masing-masing peserta, seperti menggambar, berhitung, dan menghafal, dalam bentuk kegiatan, seperti tanya jawab, kuiz, dan lainnya. aktivitas itu akan membentuk motivasi peserta.

kegiatan utama memiliki durasi waktu yang panjang, sedangkan aktivitas sampingan sedikit. aktivitas utama sebaiknya menggambarkankegiatan yang serius dan membutuhkan kekuatan fisik karena menggambarkan kepentingan bersama. aktivitas sampingan merupakanaktivitas santai yang penuh canda tawa bagi menjadikan setiap partisipan rileks dan senang, setelah melakukan kegiatan berat. kegiatan sampingan membutuhkan fasilitator/instruktur yang pandai bercerita, bercakap, dan berinteraksi.

Kelima. Di akhir aktivitas, pihak penyelenggara menyebarkan kuesioner kepada tiap peserta. Isi pertanyaan dalam kuesioner mengenai kualitas aktivitas, sehingga penyelenggara akan mendapatkan umpan balik. Kuesioner bersifat tertutup apabila hanya ada sedikit waktu untuk mengerjakannya. Apabila ada cukup banyak waktu dapat menggunakan kuesioner terbuka.

Keenam. Apabila dimungkinkan, penyelenggara mengadakan evaluasi untuk melihat efek/hasil dari outbound yang telah dilakukan. Hal itu untuk memberikan garansi. Garansi dapat menggambarkan rangkaian outbound selanjutnya.

SG01 – Puncak 3 Tempat Outbound Corporate di Puncak

Apa yang dijabarkan di atas adalah salah satu cara merancang sebuah outbound yang berkualitas sesuai kebutuhan, paling tidak pihak penyelenggara siap dengan berbagai kebutuhan institusi dan keinginan partisipan sebelum kegiatan dimulai. Jangan sampai blank diawal dan kacau di akhir. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *