Uraian yang disampaikan Wien tadi disetujui oleh Handriatno Waseso dari RAKATA—salah satu fasel training di alam terbuka . Katanya, dalam literatur belajar dari pengetahuan tak pernah dikenal istilah outbound training. ”Yang ada itu, outdoor based training. Mungkin salah penilaian ini karena operator pertama yang memasarkan training model ini di Indonesia adalah Outward Bound Indonesia (OBI). Karena keseringan disebut akhirnya keluar istilah outbound training,” tutur Handriatno mencoba meraba awal mula salah penilaian tadi.

.
Secara singkat, Claxton (1987) mengemukakan bahwa yang disebut experiential learning (EL) adalah proses belajar di mana subjek melakukan sesuatu—bukan hanya memikirkan sesuatu. Ditinjau dari pengertian ini, maka apa yang dilakukan partisipan belajar, baik itu di dalam kelas maupun di luar kelas, dapat disebut sebagai EL.
Pepatah mengatakan bahwa ” pengetahuan adalah guru yang paling baik”. Makna yang sama telah dikemukakan oleh Confucius beberapa abad lalu. Dia mengatakan bahwa: ”aku melakukan, maka aku memahami”.

Lebih jauh Wien memaparkan bahwa aktivitas EL itu tak terbatas belajar di alam bebas . ”Cakupannya bisa dari bercocok tanam sampai ke conflict resolution. Dari assessment (psikologis) sampai ke kemajuan remaja. Dari skill training sampai ke model-model teori.” Malahan sebagian besar orang menyebut bahwa semua jenis pendidikan merupakan EL.
Yah… memang dengan banyak bermunculannya pendapat dari banyak orang mengenai apa itu sebenarnya Outbound Training. Agar tidak terjadi kesimpang siuran mengenai informasi ini ,maka ada baiknya disimak apa itu pengertian Outbound Training dari seorang pakar Psikologi yang lebih sering dikenal sebagai “Professor” Outboundnya Indonesia yaitu Prof. Dr. Djamaludin Ancok menurut beliau outbound training adalah salah satu bentuk aktivitas yang paling efektif bagi membangun motivasi dan kreativitas merupakan pembentukan kerja sama grup yang dilakukan melalui outbond training di alam terbuka .

Namun terlepas dari semua perbedaan pola pikir kita mengenai cara pelatihan ini, kita sepenuhnya sadar sedikit banyak sistem Outbound training telah merubah banyak karakter anak bangsa ini. Semua kembali ke kita masing2 akan mengartikan apa Outbound training ini, yang penting porses menciptakan karakter anak bangsa ini bersama proses Outbound training jangan sampai berhenti, SEMANGAT PAGI…!
|

Villa Gunung Hambalang Tempat Outbound Terbaik sekitar Sentul Terdekat dengan Pulau Pari

Objektif training Outbound Training

  1. Meningkatkan nilai nilai kerja dalam team kerja yang selalu mengarah pada pencapaian standard kerja yang prima.
  2. Membangun budaya kerja yang dilandasi semangat mengahargai kolektifitas team kerja daripada sikap individualitas melalui pengembangan sikap antara lain berani mengungkapkan perspektif dan opini dengan cara yang memberikan respek terhadap pandangan orang lain; mendorong motivasi kerja dirinya maupun rekan kerjanya, dll.
  3. Membangun keterampilan individu dalam memeberdayakan (empowered) anggota team kerjanya serta keterampilan dalam menciptakan iklim kerja yang nyaman dan kondusif

Management Outbound Training adalah suatu bentuk atau sistem training di alam bebas (outdoor) dengan penekanan pada peningkatan kemampuan di bidang manajemen organisasi dan peningkatan diri (personal development) yang didesain khusus untuk membentuk kemampuan softskill karyawan instansi yang disimulasikan melalui permainan-permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh partisipan bersama tujuan untuk menciptakan motivasi dan kepercayaan diri (personal development), berpikir kreatif (inovasi), rasa kebersamaan dan saling percaya (trust) serta penyegaran dan memecahkan kekakuan birokrasi.

Proses ini bertujuan menciptakan insan instansi yang memiliki integritas, loyalitas, dan menegakkan prinsip-prinsip organisasi dengan menitik beratkan pada learning process yang disampaikan melalui aktifitas-aktifitas ringan dan menyenangkan yang menggambarkan miniatur dari kehidupan sehari-hari.

Tema yang bisa dikembangkan antara lain : CHANGE, regu Building, regu Work, Motivasi, Leadership, Personal Development dll.

Team Building
Dalam sistem ini setiap partisipan dituntut untuk lebih mengenai seluruh komponen yang terlibat, memecahkan kekakuan birokrasi, kebekuan komunikasi dan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan serta kesatuan individu, selain itu anggota kelompok harus memiliki sikap saling ketergantungan.

Team Work
Proses ini menekankan pada pengembangan kemampuan kinerja team yang didasari oleh komitmen pribadi anggopta kelompok mengenai elemen-elemen yang mendasari kerja kelompok yang efektif seperti saling membagi peranan dan pengorbanan, saling menghargai, komunitas bebas dan komitmen, sehingga akan terbangun suatu ikatan kebersaman yang mampu membangkitkan semangat kerja team (team spirit) yang pada akhirnya mampu membangun kinerja kerja.

Leadership & Empowerment
Peserta management outbound mengeksplorasi karakter-karakter seorang pemimpin seperti halnya komitmen, visi, kemampuan mendegar secara aktif dan suri tauladan. Mereka dapat mengalami karakter-karakter ini secara nyata sehingga dapat memadukan kompetensi individual dan memberdayakan sehingga memberikan partisipasi bagi pencapaian suatu tujuan.

Personal Development
metode ini menekankan pada pengembangan seseorang sebagai pribadi yang utuh. Setiap partisipan dituntut bagi memiliki komitmen untuk pertumbuhan dan optimalisasi perkembangan diri agar lebih asertif, proaktif dan bertanggung jawab. Keberanian untuk mengambil resiko dalam menjalani tantangan pribadi bagi menggapai kemenangan.

Strategic Planning
Mencapai hasil yang optimal dari setiap kegiatan baik secara individual maupun organisasional merupakan tidak mungkin tanpa terlebih dahulu memikirkan rencana perencanaan. Perencanaan akan melukiskan pencapaian sebuah aktivitas . teknik Outbound Surabaya ini mengajak setiap peserta untuk mencoba, berlatih dan menyusun perencanaan misi berdasarkan setiap visi yang ditentukan oleh individu maupun organisasi.

Materi proses Outbound Training :

  • Peran individu dalam kelompok
  • Prinsip nilai kerja regu
  • Effective teamwork
  • Communication Skill
  • Kepemimpinan dalam regu

Villa Gunung Hambalang Tempat Outbound Terbaik sekitar Sentul Terdekat dengan Pulau Pari

Latihan Outbound Training bagi Manajemen SDM

Desain training pengembangan kerjasama kelompok dengan memanfaatkan penghubung luar ruang (outdoor), didalam ruangan (Indoor) serta processing feedback session. Yang termasuk dalam cara ini antara lain: pengembangan wawasan dan pandangan (knowledge), kerjasama team (team work), motivasi kerja (motivation work), kepercayaan diri (personal confidence), kompetisi (Kompetitif), kepemimpinan (Leadership). cara management outbound ini lebih ditekankan pada pengembangan managemen karyawan industri / instansi pemerintah (60% Games dan 40 % diskusi), efektif kegiatan 1 sampai 5 hari, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan .

OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING

Mempunyai sequence proses management outbound yang customized dimana selalu mengacu pada perkembangan kandidat ( dinamika kelompok ) selama training berlangsung. Secara umum cara ini memiliki 3 (tiga) sequence yang berbeda penekanannya, yaitu :

INDOOR SESSION
Sesi ini difokuskan untuk Menciptakan wawasan dan wawasan partisipan tentang pentingnya membentuk dan Membangun kerja sama dalam suatau unit kerja maupun antar unit kerjasecara sinergis bersama mengacu kepada pergeseran peradigma yang digunakan dalam lingkungan bisnis. Juga untuk mengeksplor perilaku perilaku positif yang dibutuhkan dalam kerja sama sebuah team yang efektif.

OUTDOOR SESSION
Sesi ini bagi menguji dan Menciptakan sinergi grup kerja, menetapkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai oleh grup kerja serta selalu dirangsang dan ditantang untuk selalu berubah kearah yang lebih tinggi, sehingga menantang munculnya inovasi dan kreativitas anggota kelompok kerja melalui penugasan penugasan dilapangan melalui perangkat permainan team yang bersifat kerjasama antar individu, dan pemecahan masalah bersama.

PROCESSING FEEDBACK SESSION
Processing Feedback session ini merupakan fondasi dari keseluruhan sistem dan menggambarkan sifat umpan balik yang dibutuhkan dalam Mengembangkan sumber daya setiap individu dalam merefleksikan kekuatan dan kelemahannya didalam berinteraksi dalam team .

Cara ini dianggap efektif dan efisien dalam menyembarkan kebiasaan – kebiasaan yang baik maupun wawasan yang baru. focus dari sesi ini adalah memberikan feedback yang reliable kepada partisipan berdasarkan dinamika kelompok khususnya mengenai sikap (attitude) dan perilaku ( behavior ) para anggota sebagaui anggota team kerja.

Dan diharapkan pula kemudian, kandidat menyadari bahwa apa yang dilakukan itu adalah bagian tidak terpisahkan dalam kebersamaan dengan rekan-rekannya dalam team… keberhasilan seorang individu unit kerja organisasi akan merupakan bagian keberhasilan dari organisasi industri , sebaliknya, kegagalan yang terjadi karena kesalahan individu atau suatu unit organisasi akan mempengaruhi pula nilai keberhasilan secara keseluruhan. Karena itu, semboyan one for all, all for one, yang menggambarkan semboyan out bound Internasional selalu didengung-dengungkan dalam kegiatan oleh fasel outbound atau outbound fasel bagi membangun sebuah semangat kebersamaan dan kekompakan, bahkan belakangan ini dikembangkan lagi sebuah semboyan baru yang adalah pula semboyan dunia global : ” we are one “ Kita merupakan satu.

Manfaat Outbond Training

  • Membuka pikiran
  • Belajar dari pengalaman
  • Transfer sikap mental, ilmu, praktek dan kemampuan
  • Dilakukan di alam bebas
  • menaikkan ketahanan fisik dan mental
  • Sarana bagi meng eksplorasi diri
  • peningkatan diri(team kerja dan pimpinan)
  • Sarana untuk Introspeksi dan kontemplasi diri
  • Proses pengenalan diri
  • Mengasah kecerdasan IES dan menyelaraskan keseimbangan IES(Intelektual, emosi dan spiritual)
  • pembentukan karakter
  • Mengenal Tuhan dan Ciptaannya bersama
  • menciptakan ketakwaan dan keimanan
  • Saran penyegaran emosi
  • Terapi trauma
  • Tanggung jawab sosial
  • Penyelesaian masalah individu dan instansi
  • Keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga
  • Menjadi sukses dan bahagia.

Villa Gunung Hambalang Tempat Outbound Terbaik sekitar Sentul Terdekat dengan Pulau Pari

Penyusunan Kebutuhan training Outbound Training

Untuk menyusun aktivitas (exercise) yang akan Mendorong pengetahuan baru yang diharapkan, seorang penyusun program pelatihan/provider outbound training harus memahami lebih dahulu kebutuhan pelatihan outbound training yang diinginkan oleh clien. bagi menyusun program pelatihan, sebuah provider outbound harus melakukan penelitian dulu tentang kebutuhan pelatihan. Sumber informasi kebutuhan pelatihan ini dapat dilakukan pada tiga tingkat, yaitu : tingkat organisasi, tingkat pekerjaan, dan tingkat individu partisipan (bernardine & russel, 1998)

Penyusunan kebutuhan training outbound pada tingkat organisasi dilakukan melalui analisis kebutuhan organisasi. Sebagai contoh, sebuah organisasi/ instansi harus dirubah bentuknya dari yang sangat fungsional dan batas antar fungsi (cross functional organization). Selain itu harus pula dilihat budaya organisasi/kerja seperti apa yang harus dibangun. bagi organisasi lintas fungsi seperti ini pula penyusunan kegiatan kerja akan berubah dan menuntut kerja kelompok . Jika hal itu kita lakukan maka kita telah melakukan analisis pada tingkat pekerjaan. Selanjutnya karyawan harus memiliki perilaku baru, yaitu saling percaya dan melihat orang lain sebagai bagian dari sukses dirinya sendiri dan regu nya. Informasi yang seperti ini bisa kita peroleh dengan melakukan analisis tingkat karyawan.

Sebuah provider outbound training dalam menyusun kebutuhan training outbound harus memiliki wawasan yang cukup tentang prinsip manajemen modern, organisasi modern, budaya organisasi, kepemimpinan dan dinamika grup . Selain itu sebuah lembaga provider outbound training harus memiliki pemahaman dan pemahaman tentang aktivitas /permainan/games yang akan digunakan dalam pelatihan. Provider outbound harus tahu jenis permainan tersebut akan mensimulasi perilaku apa saja dalam manajemen.

Villa Gunung Hambalang Tempat Outbound Terbaik sekitar Sentul Terdekat dengan Pulau Pari

Penyusunan Urutan kegiatan Outbound

Kesuksesan sebuah aktivitas pelatihan outbound training di alam bebas sangat tergantung pada urutan penyajian aktivitas nya. Urutan penyajian aktivitas ini sangat terkait bersama kesiapan fisik dan suasana emosi peserta dan keterangsangan emosi kandidat training outbound. Bila urutan kegiatan outbound tidak berhasil membuat suasana gembira yang terus meningkat, maka training akan sangat membosankan dan tidak menarik. Selain itu penyusunan aktivitas outbound harus pula mampu Merangsang perasaan memperoleh tantangan yang semakin meningkat. Kalau aktivitas training outbound dimulai dengan kegiatan (exercise) yang sangat menantang dan penuh kegembiraan, kemudian pada aktivitas berikutnya kualitas tantangan dan kegembiraan menurun, maka pelatihan outboundnya kurang sukses.
Berikut contoh urutan aktivitas outbound (pelatihan alam bebas ) yang baik.

  • Do`a bersama (memohon keselamatan kepada pencipta alam semesta)
  • Stretching/peregangan otot-otot, dimulai bersama lari-lari kecil, senam ringan dan pendinginan/cooling down. aktivitas olahraga ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar otot menjadi lentur , dan tidak terjadi kejang otot ataupun cedera.
  • Ice-breaking/permainan pemecah kebekuan. aktivitas pemecah kebekuan dalam aktivitas outbound tujuannya bagi melakukan penghangatan (warming up) para partisipan agar terbentuk rasa persahabatan dan terbentuk suasana yang menyenangkan (rapport)
  • team building/ menciptakan kelompok . Setelah pemecah kebekuan dilakukan barulah dilakukan games-games outbound yang berupa regu building
  • Perenungan/refleksi, dilakukan bagi memproses pengetahuan dari aktivitas yang telah dilakukan
  • Penutupan.

Dari sudut pandang filosofis training outbound, pada dasarnya ada dua pendekatan didalam penyusunan urutan aktivitas outbound. Pendekatan pertama berasumsi bahwa perubahan (team building) harus bermula dari pengembangan diri (personal development). Oleh karena itu urutan aktivitas outbound harus dimulai dengan kegiatan perubahan diri melalui kegiatan tantangan individual (personal challenge). aktivitas pengembangan diri antara lain adalah permainan di arena tali (high rope), atau panjat dinding (wall climbing).
Tujuan aktivitas ini adalah untuk Merangsang rasa percaya diri dan perasaan mampu (self-efficacy). dengan tumbuhnya sikap positif dalam diri seseorang akan memudahkan orang berinteraksi bersama orang lain dalam sebuah regu . Asumsi lain dari pendekatan ini adalah untuk membentuk grup yang kokoh dan berkinerja tinggi haruslah dimulai dengan memiliki anggota kelompok yang secara individual cukup tangguh.

Pendekatan kedua berasumsi bahwa pembentukan grup outbound harus didahulukan urutannya, baru kemudian diikuti oleh kegiatan peningkatan diri. Alasannya lebih pada kepentingan untuk menyusun rangsangan emosi, mulai dari kegiatan yang menyenangkan, tidak banyak tantangan, yang kemudian secara gradual dinaikkan tantangannya dengan aktivitas peningkatan diri yang lebih menuntut keberanian. Pengikut aliran kedua ini berasumsi bahwa kegiatan tantangan personal (personal challenge) seperti high rope/airsofgun/rafting/paralayang/wall climbing bila berhasil dilakukan akan menimbulkan perasaan kemenangan (sense of glory) melawan ketakutan yang ada di dalam diri. Perasaan ini akan sangat berkesan untuk peserta dan biasanya apabila peserta outbound kembali ketempat kerja, pengetahuan /kenangan berhasil meraih kesuksesan ini berkesan sangat mendalam.